UIN SAIZU Selenggarakan Workshop Peningkatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah

Purwokerto – Satuan Pengawas Internal (SPI) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto menyelenggarakan Workshop Peningkatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) pada Rabu, 24 Juli 2024. Acara ini berlangsung di Gedung L Lantai 2 UIN SAIZU Purwokerto dan diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari berbagai fakultas, unit, biro, dan lembaga di lingkungan kampus.

Workshop ini bertujuan memperkuat pemahaman dan keterampilan peserta dalam menerapkan SPIP. Sistem ini merupakan mekanisme penting untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan instansi pemerintah berjalan sesuai aturan, efisien, transparan, dan akuntabel, sekaligus meminimalkan risiko dalam pengelolaan keuangan maupun aset negara.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala SPI UIN SAIZU, Rohmad, menjelaskan bahwa SPIP sangat penting diterapkan di perguruan tinggi. Seiring berkembangnya tuntutan transparansi dan dinamika lingkungan kerja, perguruan tinggi memerlukan sistem pengendalian yang kuat agar tata kelola kampus berjalan baik. “SPIP bukan sekadar aturan, melainkan alat untuk memastikan semua proses pengelolaan berjalan dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Workshop ini diikuti oleh jajaran pimpinan kampus, mulai dari dekan, wakil dekan, kepala biro, kepala unit, hingga staf terkait. Kehadiran mereka diharapkan mampu mendorong penerapan SPIP secara merata di setiap unit kerja.

Adapun narasumber berasal dari BPKP Provinsi Jawa Tengah, yaitu Dwi Ariyani dan Susanto, yang berpengalaman dalam bidang pengendalian intern. Mereka memberikan materi seputar unsur-unsur SPIP, pemantauan berkelanjutan, evaluasi, tindak lanjut, serta manajemen risiko.

Peserta dibekali pengetahuan mengenai lima unsur utama SPIP, yaitu:

  1. Lingkungan pengendalian,
  2. Penilaian risiko,
  3. Kegiatan pengendalian,
  4. Informasi dan komunikasi,
  5. Pemantauan pengendalian.

Selain itu, peserta juga diajak berdiskusi tentang studi kasus nyata, berbagi pengalaman, serta latihan melalui sesi tanya jawab. Dengan metode ini, materi tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga dilatih secara praktis agar mudah dipahami dan diterapkan.

Workshop berjalan lancar dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Mereka aktif berdiskusi dengan narasumber maupun sesama peserta. Dari hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test, terlihat adanya peningkatan signifikan pemahaman peserta tentang SPIP. Nilai rata-rata jawaban benar meningkat dari 62% menjadi 89%. Angka ini menunjukkan bahwa workshop berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengelola sistem pengendalian internal

Selain itu, outcome yang dihasilkan antara lain:

  • Kemampuan lebih baik dalam mengidentifikasi dan menganalisis risiko,
  • Peningkatan efektivitas pengendalian internal yang ada,
  • Penyusunan rencana tindak lanjut untuk evaluasi SPIP,
  • Penetapan indikator keberhasilan penerapan SPIP di UIN SAIZU.

Dalam penutupannya, SPI UIN SAIZU berharap workshop ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mendorong komitmen bersama untuk menciptakan tata kelola kampus yang transparan dan akuntabel. Disarankan pula adanya tindak lanjut berupa evaluasi berkala dan pertemuan lanjutan untuk melihat perkembangan implementasi SPIP di setiap unit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *