UIN SAIZU Gelar Workshop Manajemen Risiko dan Penyusunan Peta Risiko

Purwokerto – Satuan Pengawas Internal (SPI) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto menyelenggarakan Workshop Manajemen Risiko dan Penyusunan Peta Risiko pada Rabu–Kamis, 6–7 Desember 2024. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Luminor Purwokerto dan diikuti oleh 67 peserta yang berasal dari berbagai fakultas, unit, biro, dan lembaga di lingkungan kampus.

Workshop ini digelar untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengidentifikasi, menganalisis, serta mengelola berbagai risiko yang mungkin dihadapi kampus. Risiko tersebut dapat muncul dari aspek akademik maupun non-akademik, mulai dari operasional, keuangan, teknologi, hingga reputasi institusi.

Dalam dunia pendidikan tinggi, manajemen risiko dipandang sangat penting untuk menjaga keberlangsungan program dan mencapai tujuan institusi. Melalui penyusunan peta risiko, setiap unit kerja dapat memetakan ancaman potensial, menganalisis dampaknya, serta menyiapkan langkah mitigasi yang tepat. Dengan demikian, kampus dapat lebih siap menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era global saat ini.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan, dosen, staf, serta perwakilan dari berbagai fakultas dan unit. Mereka dilibatkan agar memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya manajemen risiko di lingkungan kampus.

Sebagai narasumber, hadir dua praktisi profesional dari PT Hutama Hanriz Indonesia, yaitu Agus Rahman dan Khusnul Chotimah. Keduanya memberikan materi seputar aspek legalitas manajemen risiko, penyusunan dokumen pendukung, kriteria penilaian risiko, hingga praktik menyusun risk register di tingkat fakultas maupun lembaga.

Workshop dilaksanakan secara interaktif dengan metode pemaparan materi, diskusi, dan tanya jawab. Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga latihan praktik untuk menyusun peta risiko sesuai kondisi unit kerja masing-masing. Materi yang disampaikan mencakup:

  • Implementasi legalitas manajemen risiko,
  • Dokumen kelengkapan risiko,
  • Risk assessment criteria,
  • Risk appetite dan risk tolerance,
  • Penyusunan risk register dan peta risiko,
  • Strategi mitigasi serta evaluasi risiko.

Berdasarkan evaluasi, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta secara signifikan. Dari hasil pre-test dan post-test, rata-rata jawaban benar peserta meningkat dari 45,54% menjadi 94,22%. Artinya, setelah mengikuti workshop, peserta lebih memahami konsep manajemen risiko serta mampu menyusun peta risiko dengan lebih baik.

Hasil lainnya, peserta mampu mengidentifikasi risiko di unit kerja masing-masing, menganalisis kemungkinan terjadinya risiko beserta dampaknya, serta menyusun risk register sesuai tingkat keparahan. Outcome dari workshop ini adalah tercapainya pemahaman bersama mengenai pentingnya manajemen risiko untuk mendukung pencapaian tujuan akademik, operasional, maupun keuangan kampus secara efektif dan efisien.

Kepala SPI UIN SAIZU, Rohmad, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan langkah awal untuk membangun budaya manajemen risiko di kampus. Ia berharap peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan sehari-hari serta menyusun tindak lanjut berupa evaluasi berkala di masing-masing unit kerja.

Selain itu, panitia merekomendasikan agar ada pertemuan lanjutan guna membahas perkembangan implementasi manajemen risiko serta tantangan yang dihadapi. Dengan demikian, hasil workshop tidak berhenti pada kegiatan ini saja, melainkan terus memberikan dampak positif bagi tata kelola kampus.

Dengan adanya workshop ini, UIN SAIZU Purwokerto menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan tata kelola yang baik, transparan, serta akuntabel demi tercapainya tujuan pendidikan tinggi yang berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *