{"id":444,"date":"2025-11-04T11:00:00","date_gmt":"2025-11-04T04:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/spi.uinsaizu.ac.id\/?p=444"},"modified":"2026-04-07T10:02:48","modified_gmt":"2026-04-07T03:02:48","slug":"kisah-auditor-spi-uin-saizu-10-hari-menuntut-ilmu-diklat-jfa-ahli-pertama-apip-di-puncak-bogor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/spi.uinsaizu.ac.id\/index.php\/2025\/11\/04\/kisah-auditor-spi-uin-saizu-10-hari-menuntut-ilmu-diklat-jfa-ahli-pertama-apip-di-puncak-bogor\/","title":{"rendered":"Perjalanan Auditor SPI UIN Saizu: 10 Hari Menuntut Ilmu \u2013 Diklat JFA Ahli Pertama APIP di Puncak Bogor"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Bogor<\/strong> \u2013 Perjalanan belajar dua auditor Satuan Pengawas Internal (SPI) UIN Saizu Purwokerto, Nurhuda Sarjono Mukti dan Intan Saputri, menjadi pengalaman berharga dalam menempuh <strong>Diklat Jabatan Fungsional Auditor (JFA) Ahli Pertama<\/strong> yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan BPKP di Puncak, Bogor.<br>Selama sepuluh hari pelatihan intensif, para peserta tidak hanya dibekali pengetahuan teknis mengenai audit internal, tetapi juga nilai-nilai profesionalisme dan integritas yang menjadi fondasi peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Diklat yang diselenggarakan oleh Pusdiklatwas BPKP ini berlangsung dari pembukaan pada 21 Oktober 2025 hingga penutupan pada 31 Oktober 2025 di Hotel New Ayuda Puncak, Bogor.<br>Perjalanan intelektual selama sepuluh hari ini bukan sekadar memenuhi kewajiban, tetapi sebuah langkah strategis untuk mengasah kompetensi sebagai auditor profesional. Kedua CPNS Auditor Ahli Pertama ini tergabung dalam dua kelas dari total 57 peserta, mengikuti metode blended learning yang dimulai dengan sesi daring via MOOC dan dilanjutkan dengan pertemuan tatap muka yang padat materi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br><strong>Semangat di Hari Pembukaan<\/strong><br>Pada <em>Opening Ceremony<\/em>, Koordinator Penyelenggara Diklat Pusdiklatwas BPKP, Hendro Novianto Sujarwo, membangkitkan semangat peserta dengan menyebut tugas auditor sebagai tugas yang mulia. &#8220;Dengan rekomendasi perbaikan, arah organisasi dikembalikan pada tujuannya. Auditor dapat memberikan <em>insight<\/em> untuk kemajuan organisasi,&#8221; ujarnya. Beliau juga menekankan pentingnya seorang auditor untuk mampu belajar dari masa lalu dan memprediksi masa depan. &#8220;Auditor harus bisa memahami ilmu masa lalu untuk perbaikan di masa depan, dan juga memahami ilmu masa depan melalui manajemen risiko,&#8221; tambahnya. Pesan ini menjadi bekal berharga bagi Nurhuda dan Intan untuk memaknai setiap sesi pelatihan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br><strong>Materi Diklat yang Komprehensif<\/strong><br>Selama sepuluh hari tatap muka, peserta diklat mendapatkan materi yang komprehensif mencakup enam kompetensi inti auditor. Materi-materi tersebut meliputi:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kisah Auditor SPI UIN Saizu: 10 Hari Menuntut Ilmu &#8211; Diklat JFA Ahli Pertama APIP di Puncak BogorBogor \u2013 Perjalanan belajar dua auditor Satuan Pengawas Internal (SPI) UIN Saizu Purwokerto, Nurhuda Sarjono Mukti, S.E. dan Intan Saputri, S.Ak., dalam Pelatihan Penjenjangan Fungsional Auditor Ahli Pertama APIP telah resmi berakhir. Diklat yang diselenggarakan oleh Pusdiklatwas BPKP ini berlangsung dari pembukaan pada 21 Oktober 2025 hingga penutupan pada 31 Oktober 2025 di Hotel New Ayuda Puncak, Bogor.Perjalanan intelektual selama sepuluh hari ini bukan sekadar memenuhi kewajiban, tetapi sebuah langkah strategis untuk mengasah kompetensi sebagai auditor profesional. Kedua CPNS Auditor Ahli Pertama ini terga<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama sepuluh hari tatap muka, peserta diklat mendapatkan materi yang komprehensif mencakup enam kompetensi inti auditor. Materi-materi tersebut meliputi:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Standar Pengawasan APIP &#8211; Memahami pedoman dan norma pengawasan yang berlaku<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Etika dan Perilaku Auditor &#8211; Membangun integritas dan profesionalisme dalam pengawasan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teknik Audit dan Investigasi &#8211; Menguasai metodologi audit dan penyelidikan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manajemen Risiko &#8211; Identifikasi, analisis, dan mitigasi risiko organisasi<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengendalian Intern &#8211; Evaluasi dan penguatan sistem pengendalian intern<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komunikasi Hasil Pengawasan &#8211; Penyusunan laporan dan komunikasi efektif temuan audit<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses pembelajaran tidak hanya terbatas pada teori, tetapi juga diperkaya dengan studi kasus nyata, simulasi audit, dan praktik penyusunan kertas kerja. &#8220;Pendekatan praktikal dalam pembelajaran membuat kami lebih siap menghadapi tantangan riil di lapangan,&#8221; tutur Intan Saputri menanggapi metode pembelajaran yang diterapkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br><strong>Proses Belajar dalam Kebersamaan<\/strong><br>Dinamika pembelajaran selama diklat menjadi semakin berwarna beragamnya latar belakang peserta. Terdapat perwakilan dari berbagai institusi, mulai dari Inspektorat Jenderal Kementerian, TNI, hingga Inspektorat Daerah Pemerintah Daerah. Keragaman ini justru menjadi kekuatan tersendiri. &#8220;Kami saling melengkapi. Pengalaman auditor dari kementerian melengkapi wawasan kami dari perguruan tinggi, sementara insight dari inspektorat daerah memberikan perspektif implementasi di level pemerintahan daerah,&#8221; cerita Nurhuda tentang kolaborasi yang terbangun.<br>Suasana kebersamaan ini tidak hanya terasa di dalam kelas, tetapi juga berlanjut dalam diskusi kelompok dan penyelesaian tugas. Peserta dari TNI dengan disiplin tingginya sering memimpin koordinasi tim, sementara peserta dari pemda membagikan pengalaman lapangan yang berharga. &#8220;Yang menarik, meski berasal dari latar belakang berbeda, kami justru saling mendukung. Ketika ada peserta yang kesulitan memahami materi tertentu, yang lain dengan sukarela membantu hingga benar-benar paham,&#8221; tambah Intan. Semangat gotong royong ini menciptakan iklim belajar yang positif dan inklusif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br><strong>Refleksi di Hari Penutupan<\/strong><br>Saat <em>Closing Ceremony<\/em>, Koordinator Penyelenggara Uji Kompetensi Pusbin BPKP, Mujiyanto, memberikan pengarahan sekaligus kabar gembira. Beliau mengingatkan, &#8220;Setelah melaksanakan diklat, tolong pengetahuan dan ilmu yang telah didapatkan agar bisa diimplementasikan saat bekerja, karena itu juga sebagai salah satu indikator keberhasilan pelatihan.&#8221; Terkait Uji Kompetensi (Ujikom) yang akan datang, beliau menyampaikan penyempurnaan sistem. &#8220;Pada peraturan terbaru, jika ada 2 kompetensi yang tidak lulus, hanya 2 kompetensi itu saja yang diharuskan untuk mengulang. Kami di BPKP selalu berusaha agar pelaksanaan diklat tetap mudah tapi tidak kurang dari standar,&#8221; jelasnya, memberikan angin segar bagi para peserta.<br>Acara penutupan diwarnai dengan pelepasan tanda peserta secara simbolis dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu &#8220;Bagimu Negeri&#8221; yang menggugah semangat kebangsaan. Doa penutup secara khidmat dipimpin oleh perwakilan peserta, Nurhuda Sarjono Mukti, dari UIN Saizu Purwokerto, mengukir makna religius dalam perjalanan ilmiah mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br><strong>Kesan dan Pesan yang Membangun<\/strong><br>Sebagai perwakilan peserta, Nurhuda dan Intan turut menyampaikan kesan mendalam selama mengikuti diklat. &#8220;Kepada para pengajar, kami sangat berterima kasih. Mereka sangat menguasai materi dan teknis pembelajarannya sangat baik. Alhamdulillah, kami dapat menerima materi dengan baik dan maksimal,&#8221; ujar mereka mewakili suara peserta.<br>Mereka juga mengapresiasi suasana belajar yang terbuka dan kolaboratif. &#8220;Peserta sangat baik sehingga bisa saling bertukar pikiran. Peserta yang mampu mau mengajari peserta lainnya. Semua peserta diharapkan bisa selalu belajar dan menambah ilmu sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik,&#8221; tutur mereka.<br>&#8220;Materi tentang manajemen risiko dan pengendalian intern sangat relevan dengan tugas kami di SPI UIN Saizu. Kami jadi memiliki perspektif yang lebih komprehensif dalam merencanakan dan melaksanakan pengawasan,&#8221; tambah Nurhuda.<br>Perjalanan Diklat JFA Ahli Pertama ini telah usai, namun perjalanan implementasi ilmu baru saja dimulai. Keikutsertaan Nurhuda dan Intan bukan hanya menjadi kebanggaan individu, tetapi juga investasi berharga bagi peningkatan kapasitas SPI UIN Saizu Purwokerto secara keseluruhan. Semoga ilmu yang didapat menjadi amal jariyah, mengalirkan kebaikan dan kontribusi nyata bagi pengawasan yang lebih efektif dan profesional di lingkungan UIN Saizu Purwokerto.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br><strong>Selamat dan sukses selalu untuk Saudara Nurhuda Sarjono Mukti dan Intan Saputri! <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Bismillah, Terus semangat mengabdi untuk negeri!<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bogor \u2013 Perjalanan belajar dua auditor Satuan Pengawas Internal (SPI) UIN Saizu Purwokerto, Nurhuda Sarjono Mukti dan Intan Saputri, menjadi pengalaman berharga dalam menempuh Diklat Jabatan Fungsional Auditor (JFA) Ahli Pertama yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan BPKP di Puncak, Bogor.Selama sepuluh hari pelatihan intensif, para peserta tidak hanya dibekali pengetahuan teknis mengenai&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":511,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[21],"tags":[],"class_list":["post-444","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/spi.uinsaizu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/444","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/spi.uinsaizu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/spi.uinsaizu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/spi.uinsaizu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/spi.uinsaizu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=444"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/spi.uinsaizu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/444\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":510,"href":"https:\/\/spi.uinsaizu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/444\/revisions\/510"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/spi.uinsaizu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/511"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/spi.uinsaizu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=444"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/spi.uinsaizu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=444"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/spi.uinsaizu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=444"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}